05 Mar 2017

pendidikan



Kalimat "Pendidikan Belum Bisa Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat Indonesia" adalah sebuah fakta. Salah satunya adalah kasus anak-anak jalanan. Kami menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak jalanan tidak bisa mendapatkan pendidikan, banyak sekali faktor penyebab mengapa anak-anak jalanan sampai tidak bisa mendapatkan pendidikan, sekalipun pemerintah memberikan program sekolah gratis 12 tahun, yaitu faktor internal dan eksternal.

  • Faktor Internal (faktor yang berasal dari subjek itu sendiri)

Kasus yang terjadi adalah, anak-anak mengalami ketidak pedulian terhadap pendidikan karena anak-anak jalanan yang sudah diharuskan mencari uang sejak kecil ada pada zona nyaman, ketika mereka bisa mendapatkan uang dan bisa melakukan apa saja yang mereka suka, sehingga anak yang ada pada zona ini sangat cendrung sudah tidak lagi mementingkan pendidikan.

 

  • Faktor Eksternal (faktor yang berasal dari luar subjek)

Faktor ini adalah faktor utama pembentuk faktor internal, karena pada dasarnya anak-anak sangat senang bermain dan belajar.

Faktor eksternal yang kami lihat diantaranya:

1.    Ekonomi

Alasan ini seperti menjadi alasan klasik anak-anak tidak bisa mendapatkan pendidikan,karena tidak memiliki biaya. Ya , memang alasan tersebut memang benar adanya, Banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus membantu perekonomian keluarga ada juga kasus anak tidak sekolah karena tidak bisa membeli peralatan dan kebutuhan penunjang sekolah.

 

2.    Orang tua

Dalam hal pendidikan anak, orang tua mempunyai peran yang sangata besar untuk memberikan pendidikan serta mendukung anaknya. Namun kenyataannya yang kami temui pada kasus anak-anak jalanan, banyak orang tua yang tidak acuh terhadap pendidikan anak, tidak bisa menyekolahkan / memberikan pendidikan kepada anak karena alasan ketidak mampuan dalam hal ekonomi, bahkan yang lebih memprihatinkan, anak di haruskan untuk membantu mencari penghasilan tambahan untuk keluarga.

Semua faktor-faktor diatas adalah satu permasalahan sistematik yang kompleks, dan akan menjadi rantai re-produksi anak-anak jalanan. Anak-anak jalanan yang sekarang tidak bisa mendapatkan pendidikan, ketika mereka dewasa akan sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan, dan akan kembali terjerat oleh masalah ekonomi, dan anak-anak mereka memiliki kemungkinan yang besar untuk tidak bisa mendapatkan pendidikan kembali, dan begitu seterusnya.